Tanggungan Puasa Orang Yang meninggal Dunia

Pertanyaan

Bagaimana hukum orang yang meninggal dunia dan punya tanggungan puasa Ramadhan sebelum diqada? (P Sujak Pamekasan)

Jawaban

1. Jika orang yang meninggal dunia dan punya tanggungan puasa ramadhan tidak puasa disebabkan ada uzur semisal sakit dan belum sempat mengqada karena sakitnya berlanjut sampai meninggal maka tidak perlu membayar fidyah (makanan) dan tidak berdosa.

2. Jika tidak puasanya tanpa ada uzur dan meninggal sebelum mengqada, atau ada uzur tapi tidak sempat mengqada padahal memungkinkan baginya untuk qada, maka wajib bagi walinya (ahli waris) menggantinya dengan memberi makan dari harta peninggalannya, setiap satu hari 1 mud (679,79 gram). Hal tersebut menurut qaul jadid, adapun menurut qaul qadim boleh bagi walinya menggantinya dengan membayar fidyah atau menggantikannya dengan berpuasa. Dalam hal ini menurut  Imam Nawawi qaul qadim yang lebih azhar.

نهاية الزين، ص ١٩٨

ومن مات وعليه صيامُ رمضانَ أو نذرٍ أو كفارةٍ قبل إمكانِ فعلِه بأن استمرَّ مرضُه الذي لا يُرجی بُرُؤه أو سفُره المباحُ إلی موته فلا تُدارِك للفائت ولا بالقضاء ولا إثمَ عليه لعدَمِ تقصيرِه، فإن تعَدَّی بالإفطارِ ثم مَاتَ قبل التمكُّن وبعدَه أو أفطَرَ بعذر ومات بعد التمكن أطعَمَ عنه وليُّه من تركته لكل يوم فانه مد طعام من غالب قوت البلد

كفاية الأخيار، جزء ١، ص ٢١٢

من فاته صيامٌ من رمضان ومات نُظِرَ إن مات قبل تمكُّنِه من القضاء بأن مات وعُذرُه قائمٌ كاستِمرارِ المرضِ فلا قضاءَ ولا فديةَ ولا إثمَ عليه، وإن مات بعد التمكنِ وجب تدارُكُ مافاتَه، وفي كيفية التدارك قولان: الجديدُ ونَصَّ عليه الشافعيُّ في أكثر كُتُبِه القديمةِ أنه يُخرَخُ من تركته لكل يوم مد طعام…. قال الشافعيُّ في القديم يَجِبُ أن يُصام عنه وأنه لا يتعين الإطعامُ بل يجوز للولي أن يصومَ عنه بل ُيُستَحَبُّ له ذلك كما نَقَله النوويُّ في شرح مسلمٍ قال النوويُّ القديم هنا أظهرُ

Penutupan Class Meeting

 

SS Media-  Aneka lomba antar kelas dari semua sekolah dalam ajang Class Meeting yang dimulai dari hari Senin, 1 Rabiul Awal kemarin berakhir pada Sabtu, 5 Rabiul Awwal 1444 H/ 1 Oktober 2022 M .

Lomba yang memperebutkan Piala Yayasan ini terdiri dari lomba pidato Bahasa Arab, pidato Bahasa Inggris, Musabaqoh Syarhil Qur’an; puisi Bahasa Arab, puisi Bahasa Inggris, puisi Bahasa Indonesia; pembacaan Asmaul Husna. Adapun lomba baru yang dilombakan adalah cipta lagu mars almamater dan catur.

Pada Class Meeting saat ini piala bergilir yang sebelumnya diraih Sekolah Menengah Kejuruan Nurul Muttaqin dua tahun berturut-turut harus lepas dari genggaman dan direlakan kepada Madrasah Ibtidaiyah Nurul Muttaqin Sumber Sari yang dikepalai Ust. Subair, S.Pd.I.

Acara yang diketua panitiai Khoirus Sholeh, S. Pd.I tersebut berjalan senget dan gagap gempita, di mana setiap pendukung loyalis saling mendukung utusan masing-masing. Lomba yang diadakan setahun sekali sebelum liburan ini berjalan baik berkat kerja keras panitia dan guru .

(*)