Wajibkah Kuda Dizakati?

 

Pertanyaan

Kenapa kuda tidak wajib dizakati? Apa alasannya dalam perspektif pandangan agama? (Roni M, Panaguan)

Jawaban

Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa zakat hewan ternak ada tiga macam.

1. Unta

2. Sapi (Kerbau)

3. Kambing

Selain tiga hewan di atas maka tidak wajib dizakati seperti kuda, keledai, bagal (peranakan kuda dan keledai). Nabi Muhamad saw bersabda, “Tidak ada dalam budak dan kuda shadaqah.”

Ketidak wajiban di atas karena fungsi kuda itu sendiri untuk zinah (perhiasan), isti’mal dipergunakan (transportasi) bukan untuk diperkembangkan.

Akan tetapi kuda, bagal, keledai bisa wajib zakat apabila diperdagangkan. Dengan artian kewajiban zakat bukan karena hewannya tetapi karena status diperdagangkan.

المهذب، الجزء الاول، ص ١٤١

فَصلٌ وَلَا تَجِبُ فِيمَا سِوَی ذٰلِكَ مِنَ المَوَاشِي كَالخَيلِ وَالبِغَالِ وَالحَميرِ لِمَا رَوَی أَبُو هُرَيرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صلی الله عليه وسلَّم قَالَ: لَيسَ عَلَی المُسلِمِ فِي عَبدِهِ وَلَا فَرَسِهِ صَدَقَةٌ، وَلِأَنَّ هَذَا يقتنی للزِّينَةِ وَالإستِعمَالِ لَا لِلنَّمَاءِ

الفقه الإسلامي وأدلته، الجزء الثاني، ص ٧٥٨

لَا شَيئَ مِنَ الزَّكَاةِ فِي البِغالِ إجمَاعًا إلا أن تَكُونَ لِلتِّجَارَةِ، لِأنَّهَا تَصِيرُ مِنَ العُرُوضِ التِّجَارِيَّةِ. وَتَجِبُ الزَّكَاةُ أيضًا فِي الخَيلِ إن كَانَت لِلتِّجَارَةِ بِلَا خِلَافٍ

Batalkah Makan Atau Minum Pada Waktu Puasa Karena Lupa?

 

Pertanyaan

Bagaimana hukum makan atau minum pada waktu puasa dikarenakan lupa? Batalkah? (Abdullah Umar٫ Panaguan)

Jawaban

Seseorang yang lupa makan dan minum pada waktu puasa tidak membatalkan puasanya. Ketika ingat ia secepatnya harus mengeluarkan sisa yang ada di mulut, kemudian menyempurnakan puasanya dan tidak harus mengqada’, sesungguhnya yang demikian Allah memberinya makan dan minum.

Namun bagaimana jika yang dimakan banyak, apakah membatalkan? Ulama Syafiiyah berbeda pendapat.

Pertama: puasanya tidak batal jika memang lupa walaupun banyak karena umumnya hadist yang diriwayatkan shahihain.

Kedua: puasanya batal. Lupa makan dengan porsi banyak sesuatu yang jarang dan langka. Difinisi banyak di sini adalah tiga suapan ke atas.

المهذّب، ١، ص: ١٨٣

فصلٌ) وَإن فَعَلَ ذٰلِكَ كُلَّهُ ناسِيًا لَمْ يَبطُلْ صَومُهُ لِمَا رَوَی أبو هريرةَ أنَّ النَبِيَّ صلَّی اللهُ عليه وسلّمَ قَالَ: مَن أكَلَ نَاسِيًا أو شَرِبَ نَاسِيًا فَلَا يُفطِرُ فَإنَّمَا هُوَ رِزقٌ رَزَقَهُ اللهُ تَعَالی، فنص علی الأكلِ والشُربِ وَقِسنا عليهِما كُلَّ ما يبطُلُ الصومَ مِنَ الجماعِ وغيرِه

مغني المحتاج، ١, ص ٥٧٥

وَإن أكَلَ ناسِيًا لَم يُفطِر لِخَبَرِ الصَّحيحينِ: مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَاۡئِمٌ فَأَكَلَ أو شَرِبَ فَليُتِمَّ صَومَهُ فَإنَّمَا أطعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ. وَفي صحيحِ ابنِ حِبّانَ وغيرِه: وَلَا قَضَاءَ عَليهِ ولَا كَفَّارَةَ. (إلَّا أن يَكثُرَ فيُفطِرُ في الأصحِّ لِأنَّ النِسيانَ مَعَ الكَثرَةِ نَادِرٌ، وَلِهٰذا بَطَلَتِ الصّلَاةُ بِكَثيرِ الكَلَامِ ناسيًا دُونَ قليلِهِ. والكَثيرُ كما في الأنوارِ ثَلَاثُ لُقَمٍ. قُلتُ: الأصحُّ المنصوصُ وقَطَعَ بِهِ الجُمهورُ لَا يُفطِرُ، واللهُ أعلمُ لِعمومِ الخبرِ المَارِّ

حاشية الباجوري، ١, ص ٢٨٩

قولُه فإن أكَلَ ناسيًا أي  أو شَرِبَ كذٰلِكَ وقولُه لَم يُفطِر أي وَإن كَثُرَ لِخبرِ الصحيحين