Syafaat Nabi Di Hari Kiamat

Ada 4 Orang Yang Mendapatkan Syafaat

Nabi bersabda, “Ada empat orang yang akan aku berikan syafaat di hari kiamat: orang yang memuliakan keturunanku, orang yang menunaikan hajat mereka, orang yang bersegera dalam urusan mereka saat mereka membutuhkan, orang yang mencintai mereka dalam hatinya.”

Rasulullah saw bersabda, “sesunggunya Allah menjauhkan putriku Fatimah, anaknya dan orang yang mencintai mereka dari neraka.”

Imam Syafii berkata:

Wahai keluarga Rasulullah, mencintai kalian,

Adalah kewajiban dari Allah di dalam Al-Qur’an

Cukuplah tanda keagungan pangkat kalian bahwa,

Barang siapa yang tidak bershalawat kepada kalian, maka shalatnya tidak diterima.

اسعاد الرفيق، الشيخ محمد بن سالم بن سعيد بابصيل، الجزء الثاني: ٢٤

وفي المشرع عنه عليه الصلاة والسلام: أربعةٌ أنا شفيعٌ لهم يومَ القيامةِ، المُكرمُ لذرّيتي، والقاضي لهم حوائجَهم، والساعي لهم في أمورهم عند اضطرارهم، والمحبُّ لهم بقلبه. وقال عليه الصلاةُ والسلامُ: إن اللهَ فَطمَ إبنتي فاطمةَ وولدَها ومن أحبهم من النارِ. ولله درّ الإمام محمد إدريس الشافعي حيث قال

ياأهلَ بيتِ رسولِ اللهِ حبُّكُمُ * فرضٌ من الله في القرأنِ أنزلَهُ

كفاكُم من عظيمِ القدرِ أنكمُ * من لم يصلّ عليكم لا صلاةَ له

Ulasan Kitab

Kitab Sullamuttaufiq merupakan bagian dari maha karya para saadah Baalawi, ia dikarang oleh Syech Abdullah Bin Husen Bin Tohir Bin Muhamad Bin Hasyim Baalawi. Karya ini menjadi fenomenal karna menjadi kajian dasar, fan pokok yang dipakai hampir seluruh madrasah dan pondok pesantren Aswaja di tanah air. Kitab ini menjadi magnit karena isinya yang mencakup (syumul) dari akidah, fiqih dan tashawwuf. Sehingga tidak salah apabila kitab ini dijabarkan dan disyarah dengan begitu komprehensif lagi oleh beberapa ulama:

1. Syech Muhamad Bin Salim Babasil dalam kitab اسعاد الرفيق و بغية الصديق. Beliau merupakan Allamah, mufti di zamannya yang bermadzhab Syafii. Kitab berjumlah 2 jilid ini menerangkan isi matan dengan rinci dan mendetil.

2. Disyarah oleh Syech Muhamad Nawawi Albantani dalam kitab مرقاة صعود التصديق. Beliau adalah ulama Nusantara yang tidak diragukan lagi otoritas dan kapasitas keilmuannya, di mana pada zamannya ia dikenal sebagai Sayyid Ulama Hijaz. Beliau sangat gigih dalam menulis kitab, selain mensyarah kitab Sullamuttaufiq juga mensyarah kitab Bidayatul Hidayah, Safinatunnaja, menulis kitab Nihayatuzzin, Tafsir Al Munir, dan banyak karangan lainnya yang mencapai seratus lebih. Beliau merupakan Maha Guru dari beberapa ulama Nusantara.

 

Makam Syech Nawawi Albantani Di Jannatul Ma’la, Mekah, di mana makam beliau sudah berumur 130 tahun

Gambaran di atas sejatinya menjadi landasan dasar rel yang kokoh, di mana para muaalif kitab di atas, juga para masyaikh begitu ikhlas menata dan menanamkan keyakinan pada diri kita untuk menghormati para dzurriyah Nabi Muhamad saw, tidak goyah sedikitpun pada badai gelombang yang tidak menentu arahnya dan baru menerpa belakangan.

sumbersari.net

Bagikan

Macam-macam Hukum Basmalah

Ada 5 Hukum Dalam Membaca Bismilah Menurut Sayyid Ahmad Bin Umar Assyatiri

1. Wajib, seperti dalam sholat;

2. Haram terhadap yang diharamkan, seperti meminum khamr;

3. Disunahkan atas setiap sesuatu yang baik, seperti hal yang dianjurkan syariat semisal whudu’, mengarang kitab yang bermanfaat, dll;

4. Makruh terhadap yang dimakruhkan, seperti saat melihat hal yang dimakruhkan;

5. Boleh (mubah) terhadap sesuatu yang mubah yang tidak ada kemuliaan di dalamnya, semisal memindah sesuatu dari satu tempat ke tempat lainnya.

نيل الرجاء، السيد احمد بن عمر الشاطري باعلوي: ٩٤-٩٥

وللبسملةِ خمسةُ أحكامٍ

١- الوجوبُ، كما في الصَّلاةِ

٢- والحرمةُ علی المحرَّمِ لذاته، كشرب الخمرِ

٣- والندبُ علی كلِّ أمرٍ ذي بالٍ، أي حالٍ يُهتمُّ به شرعًا، كالوضوءِ، وكتأليفِ الكتبِ النَّافعةِ، كما تقدَّمَ

٤- والكراهةُ علی المكروهِ لذاتِهِ، كنظرِ ما يُكرهُ نظرُهُ

٥- والإباحةُ علی المباحاتِ التّي لا شرفَ فيها، كنقلِ متاعٍ من مكانٍ إلی اخرَ

Sayyid Ahmad Bin Umar Assyatiri Baalawi cukup produktif dalam menulis kitab. Ia tidak hanya mengarang kitab Nailaurraja’. Di antara karya monumentalnya adalah kitab Al Yaqutunnafis, kitab yang dianggap baik penyusunannya dan menjadi pegangan para pengajar dan pelajar, ia juga menulis Ta’liqat penting pada kitab Bughyatul Musytarsidin karya Sayid Abdurrahman Al Masyhur yang tidak lain adalah orang tua dari gurunya, Sayyid Alawi Bin Abdurahman Al Masyhur.

Sehigga tidak diragukan lagi, betapa besarnya sumbangsih saadah Baalawi pada khazanah keilmuan. Diakui atau tidak, mereka telah mewarnai cakrawala pengetahuan umat manusia, menapaki jalan titian yang mulai, menyampaikan risalah, menasehati umat ke jalan yang diridhai Allah.

sumbersari.net

Bagikan