bagaimana hukum sholat makmum sesudah shalat yang ternyata shalat imamnya batal semisal hadast tidak punya wudhu’ atau pakaiannya ternyata najis, apakah harus diulangi?

Assalamualaikum Wr. Wb.

 

 

Pertanyaan, bagaimana hukum sholat makmum sesudah shalat yang ternyata shalat imamnya batal semisal hadast tidak punya wudhu’ atau pakaiannya ternyata najis, apakah harus diulangi?
(Muhamad, Tattangoh)

Jawaban, kewajiban mengulangi sholat berlaku untuk imam, adapun untuk makmum ditafsil.
1. Bila sesudah sholat ternyata imamnya junub, hadast, atau ada najis yang samar di badan dan pakaiannya maka makmum tidak wajib mengulangi sholat karena tidak dianggap lalai
2. Apabila itu terjadi pada sholat Jum’at dan jumlah yang sholat 40 bersama imam maka seluruh makmum harus mengulangi kecuali kalau lebih 40 maka tidak harus mengulangi
3. Apabila najis yang melekat jelas (ainiyah) maka makmum harus mengulangi karena dianggap lalai. Yang dianggap jelas sekiranya makmum memperhatikan maka dapat dilihat.

الفقه الاسلامي وادلته، جزء ٢، ١٨٣
اما لو بان كون الامام جنبا او محدثا او ذا نجاسة خفية في ثوبه او بدنه، فلا تجب علی المقتدي اعادة الصلاة لانتفاء التقصير، إلا في الجمعة إذا كان المصلون مع الامام اربعين فقط مع المحدث أو ذي النجاسة. وتجب الاعادة علی المقتدي إذا كانت النجاسة ظاهرة لتقصيره في هذه الحالة. والنجاسة الظاهرة ما تكون بحيث لو تأ ملها المأموم لرأها

One thought on “bagaimana hukum sholat makmum sesudah shalat yang ternyata shalat imamnya batal semisal hadast tidak punya wudhu’ atau pakaiannya ternyata najis, apakah harus diulangi?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *