Selamat & Sukses

 

:قال علي ابن ابي طالب

ليس اليتيمُ الذي قد مات والدُه

إنَّ اليتيمَ يتيمُ العلمِ والادبِ

 

“Orang yatim bukan orang yang meninggal bapaknya, orang yatim adalah orang yang miskin ilmu dan adab.” (Ali Bin Abi Tholib)

Meniti Cita-cita

 

 

SS Media- Rubrik figur kali ini menghadirkan salah satu figur yang lahir di Pamekasn, 03 Februari 1997, Ahmad Yazid.

Anak yang terlahir dari keluarga pas-pasan ini patut menjadi pelecut semangat bagi santri-santri lainnya. Ia dapat merampungkan setiap jenjang pendidikannya dengan baik dan tepat waktu.

Anak dari tiga bersaudara ini menyelesaikan studinya dari Tingkat Taman Kanak-kanak sampai selesai menengah atas di PP Nurul Muttaqin Sumber Sari. Setelah menjalankan masa pengabdiannya di Madrasah Baiturrahmah dan tugasan wajib di almamater, ia melanjutkan pendidikannya di PP Mambaul Ulum Bata-Bata sambil kuliah di IAI Al Khairat Pamekasan.

Lelaki penyuka kitab ini mempunyai segudang prestasi. Di antaranya juara I IMNI Tsanawiyah Ittihadul Madaris, Juara Debat Ilmiah, dsb.

Adapun pengalaman organisasi di mulai sebagai Ketua Osis MTs. Ummul Qura Sumber Sari, Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik OSIS SMK Nurul Muttaqin, M2KD, KAMMI, kemahasiswaan dan kepemudaan.

Saat diminta oleh pimpinan pondok untuk melanjutkan belajar keluar, dengan halus ia menyampaikan lebih senang belajar di Indonesia dari pada di luar. Ia bercita-cita belajar di Kota Malang. Alhamdulillah cita-citanya terkabul. Jangan sampai malas bercita-cita, Allah akan memudahkan jalannya. Semoga sukses. Bagaimana dengan kalian?

(*)

IKSASS Berbagi Anak Yatim

SSmedia. Bertepatan pada tanggal 10 Muharrom 1444 H/ 08 Agustus 2022, DPP Ikatan Santri Alumni Sumber Sari (IKSASS) mengadakan penyantunan anak yatim yang ke-9 di Aula PP Nurul Muttaqin Sumber Sari.

Acara yang didukung oleh para donatur dan jaringan alumni dapat menyantuni anak yatim sebanyak 78 yang tersebar di 6 Desa sekitar meliputi Desa Campor, Panaguan, Pangbatok, Tattangoh, Badung, Kamondung.

Dana yang terkumpul pada penyantunan kali ini berjumlah 15.107.000,- (Lima belas juta, seratus, tujuh ribu rupiah).

Acara dihadiri seluruh pengurus pusat, wilayah Madura, masyarakat sekitar, Kepala Desa Badung yang juga merupakan alumni Sumber Sari.

Diharapkan nantinya kegiatan IKSASS Berbagi Anak Yatim semakin meriah, tertata rapi, solid, dan lebih luas jangkauan penerimanya sehingga bisa menebar manfaat di bulan penuh berkah dan mulia.

Semoga orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya masuk dalam sabda nabi Muhamad Saw:

أَنَا وَكَافِلُ اليَتيمِ فِي الجَنَّةِ هٰكَذَا ) واشار بالسبابة والوسطی وفرج بينهما رواه البخاري

“Aku dan penanggung anak yatim di surga seperti ini.” Beliau memberi isyarat dengan telunjuk jari dan tengah lalu merenggangkan keduanya.

(*)

 

Hukum Sholat Yang Terdapat Penghalang Antara Imam & Makmum

Deskripsi

Bagaimana hukum sholat makmum yang terdapat penghalang dengan imamnya (hail) di pertengahan sholat sementara di awalnya tidak ada pemisah semisal ada orang yang menutup atau yang mengunci. (Faisal, Panaguan)

Jawaban

Tidak apa-apa karena yang dihitung pada awal sholat bukan di pertengahan pelaksanaannya dengan syarat makmum mengetahui dan mendengar berpindahnya imam.

نهاية الزين، صحيفة ١٢٦

نعم لا يضر الباب المغلق ولا المردود من غير اغلاق بالأولی والباب المستمر يضر في الإبتداء دون الدوام

بشری الكريم، صحيفة ٣٠٣

يغتفر في الدوام ما لا يغتفر في الإبتداء

حاشية البجيرمي جزء ١، صحيفة ٤٢٥

قوله عدم حائل أي إبتداء فإن طرأ في أثنائها وعلم بانتقالات الامام ولم يكن بفعله لم يضر

Multaqo Al Mudarrisin V

SS Media- Pada tahun baru 1 Muharrom 1444 hijriyah, YASNUM Sumber Sari mengadakan Multaqo Al Mudarrisin yang ke-5 diikuti seluruh guru di semua jenjang pendidikan di bawah naungan YASNUM Sumber Sari.

Multaqo dilaksanakan satu tahun sekali untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan visi dalam mencapai target tujuan sehingga setiap individu dan instansi satu komando dalam menjalankan kalender kerja tidak sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas.

Dalam kalender kerja, YASNUM Sumber Sari memakai kalender hijriah sebagai spirit untuk bangkit dan melaksanakan agenda jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Planning kerja sebagai blue print atau cetak biru organisasi agar lebih fokus pada tujuan bersama, bukan mengikuti arus atau mengekor pada yang lainnya. Program kerja diperlukan agar lebih fokus pada tujuan dan visi yang sudah dicanangkan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum YASNUM Sumber Sari, Ust. Abd Hadi, S.Pd.I melaunching secara resmi website www.sumbersari.net sebagai media silaturahmi, informasi, wahana dan media tulis menulis bagai seluruh guru, santri dan alumni.(*)

Peresmian & Pengukuhan IKSASS Malang

SS Media. Ikatan Santri Alumni Sumber Sari (IKSASS) Malang merupakan DPW ke 11 dari beberapa wilayah yang sudah terbentuk dan telah aktif kegiatannya.

Pada hari Kamis malam Jum’at, 28 Juli 2022, IKSASS Malang diresmikan langsung oleh pembina dan dilantik oleh Ketua Umum DPP IKSASS, Ust. Subair, S.Pd.

Menurutnya, yang diharapkan nantinya bagaimana kegiatannya berjalan rutin dan istiqomah untuk menyambungkan ikatan dengan para guru.

Acara peresmian berlangsung di Kepuharjo, Kec. Karangpoloso, Malang dan berjalandengan khidmah. Adapun susunan pengurus sebagai berikut:

Penasehat  : H M. Lutfi

Ketua          : Ismail

Sekretaris   : Ali Makki

Bendahara  : Rustam

Semoga dapat berkhidmah dengan baik. (*)

Kegiatan “kolom” mingguan alumni (IKSASS) Wilayah Manokwari Papua Barat

Kegiatan “kolom” mingguan alumni Wilayah Manokwari Papua Barat. Semoga dapat keberkahan malam yang mulia, Jumat.
لحديث أبي هريرة رضي الله عنه ــ أن النبي صلی الله عليه وسلم قال: خَيرُ يومٍ طَلَعتْ عليه الشمشُ يومُ الجمعةِ، فيه خُلِق ادم، وفيه أُدخلَ الجنةَ، وفيه أُخرج منه، ولا تقومُ الساعةُ إلا في يومِ الجمعة.
“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum’at. Di dalamnya Nabi Adam As diciptakan, dimasukkan ke ke surga dan dikeluarkan darinya, dan hari kiamat ti…

Mengenal Ulama Kharismatik Madura

Al-‘Aalim Al-‘Allaamah Asy-Syekh Al-Haajji Muhammad Kholil bin Abdul Lathif al-Bangkalani al-Maduri al-Jawi asy-Syafi’i (bahasa Arab: العالم العلامة الشيخ الحاج محمد خليل بن عبد اللطيف البنكلاني المادوري الجاوي الشافعي‎) atau lebih dikenal dengan nama Syaikhona Kholil atau Syekh Kholil, lahir di Kemayoran, Bangkalan, Bangkalan, sekitar tahun 1835 Masehi atau 9 Shofar 1252 Hijriyah[2] – wafat di Martajasah, Bangkalan, Bangkalan, sekitar tahun 1925 Masehi[3] adalah seorang Ulama kharismatik dari Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Di masyarakat santri, Syaikhona Kholil juga dikenal sebagai Waliyullah. Seperti cerita Wali Songo, banyak cerita kelebihan di luar akal atau karamah Syekh Kholil terkisah dari lisan ke lisan, terutama di lingkungan masyarakat Madura.[3]

Biografi

Syekh Kholil al-Bangkalani berasal dari keluarga ulama. Ayahnya, KH Abdul Lathif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ibu beliau Syarifah Khodijah putri Sayyid Asror Karomah bin Kiai Abdullah bin Ali Akbar bin Sayyid Sulaiman Kanigoro Mojoagung. Sayyid Sulaiman inilah yang merupakan anak dari Sayyid Zen Sunan Gunung Jati.[4] Al Husaini. sedangkan ayah Kiai Abdl Latif Adalah Kiai Hamim bin Muharram bin Abdul Karim Keturunan Kanjeng Sunan Giri bin maulana Ya’qub bin Maulana Ishaq Al Husaini

Pada usia 24 tahun, Syekh Kholil menikahi Nyai Asyik, putri Lodra Putih.

Pendidikan

Syekh Kholil dididik dengan sangat ketat oleh ayahnya. Mbah Kholil kecil memiliki keistimewaan yang haus akan ilmu, terutama ilmu Fiqh dan nahwu. Bahkan ia sudah hafal dengan baik 1002 bait nadzam Alfiyah Ibnu Malik sejak usia muda.

Setelah dididik, orang tua Mbah Kholil kecil kemudian mengirimnya ke berbagai pesantren untuk menimba ilmu. Mengawali pengembaraannya, Mbah Kholil muda belajar kepada Kiai Muhammad Nur di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Dari Langitan ia pindah ke Pondok Pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Kemudian ke Pondok Pesantren Keboncandi. Selama belajar di Pondok Pesantren ini beliau belajar pula kepada Kiai Nur Hasan yang menetap di Pondok Pesantren Sidogiri, 7 kilometer dari Keboncandi. Di setiap perjalanannya dari Keboncandi ke Sidogiri, ia tak pernah lupa membaca Surat Yasin.

Sewaktu menjadi santri, Mbah Kholil telah menghafal beberapa matan, seperti Matan Alfiyah Ibnu Malik. Disamping itu ia juga merupakan seorang Hafidz Al-Quran dan mampu membaca Al-Qur’an dalam Qira’at Sab’ah.

Saat usianya mencapai 24 tahun setelah menikah, Mbah Kholil memutuskan untuk pergi ke Makkah. Utuk ongkos pelayaran bisa ia tutupi dari hasil tabungannya selama nyantri di Banyuwangi, sedangkan untuk makan selama pelayaran, konon Mbah Kholil berpuasa. Hal tersebut dilakukannya bukan dalam rangka menghemat uang, akan tetapi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah agar perjalanannya selamat.[4]

Karya-karyanya

Al-Matnus Syarif

Sesuai namanya, kitab Al-Matnus Syarif al-Mulaqqab bi Fat-hil Latif ini merupakan kitab matan (inti) yang berbicara mengenai fundamen dasar hukum Islam (ilmu fiqih). Yang menarik dari kitab setebal 52 halaman ini, adalah bukan hanya karena kemasyhuran penulisnya, melainkan kitab ini telah menampilkan landscape keilmuan yang selama ini terkesan rumit, menjadi demikian lugas dan mudah difahami.[5]

Guru-gurunya

Syekh Kholil pernah berguru kepada beberapa ulama, di antaranya:[6][7]

  1. K.H. Abdul Lathif (Ayahnya)
  2. K.H. Muhammad Nur di Pondok Pesantren Langitan, Tuban
  3. K.H. Nur Hasan di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan
  4. Syekh Nawawi al-Bantani di Mekkah
  5. Syekh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi
  6. Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan di Mekkah
  7. Syeikh Mustafa bin Muhammad Al-Afifi Al-Makki di Mekkah
  8. Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud Asy-Syarwani di Mekkah

Murid Syaikhona Kholil

Berikut merupakan murid-murid dari Syekh Kholil:[4]

  1. K.H. Muhammad Hasan Sepuh – pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo
  2. K.H. Hasyim Asy’ari – pendiri Nahdlatul ‘Ulama, pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang
  3. K.H. Musthofa – Pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Lamongan
  4. K.H Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah
  5. K.H Imam Zahid, Jombang, kakek buyut Emha Ainun Nadjib
  6. K.H. Romli Tamim, menantu K.H Hasyim Asy’ari, pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang
  7. K.H. Tamim Irsyad – Pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang.
  8. K.H. Abdul Wahab Hasbullah – pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang
  9. K.H. Bisri Syamsuri – pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang
  10. K.H. Manaf Abdul Karim – pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri
  11. K.H. Ma’sum – Lasem, Rembang
  12. K.H. Munawir – pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta
  13. K.H. Bisri Mustofa – pendiri Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang
  14. K.H. Nawawi bin K.H. Noerhasan bin K.H. Noerkhatim – pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan
  15. K.H. Ahmad Shiddiq – pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Jember
  16. K.H. As’ad Syamsul Arifin – pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo
  17. K.H. Abdul Majid bin K.H. Abdul Hamid Itsbat – Batabata, Pamekasan
  18. K.H. Toha – pendiri Pondok Pesantren Batabata, Pamekasan
  19. K.H. Abi Sujak – pendiri Pondok Pesantren Astatinggi, Kebunagung, Sumenep
  20. K.H. Usymuni – pendiri Pondok Pesantren Pandian, Sumenep
  21. K.H. Zaini Mun’im – Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo
  22. K.H. Khozin – Buduran, Sidoarjo
  23. K.H. Abdullah Mubarok – pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya
  24. K.H. Mustofa – pendiri Pondok Pesantren Macan Putih, Blambangan
  25. K.H. Asy’ari – pendiri Pondok Pesantren Darut Tholabah, Wonosari, Bondowoso
  26. K.H. Sayyid Ali Bafaqih – pendiri Pondok Pesantren Loloan Barat, Bali
  27. K.H. Ali Wafa bin K.H. Abdul Hamid Itsbat – Pendiri Pondok Pesantren al-Wafa, Tempurejo, Jember
  28. K.H. Munajad – Kertosono, Nganjuk
  29. K.H. Abdul Fatah – pendiri Pondok Pesantren Al-Fattah, Tulungagung
  30. K.H. Zainul Abidin – Kraksaan, Probolinggo
  31. K.H. Zainuddin – Nganjuk
  32. K.H. Abdul Hadi – Lamongan
  33. K.H. Zainur Rasyid – Kironggo, Bondowoso
  34. K.H. Karimullah – pendiri Pondok Pesantren Curah Dami, Bondowoso
  35. K.H. Muhammad Thohir Jamaluddin – pendiri Pondok Pesantren Sumber Gayam, Madura
  36. K.H. Hasan Mustofa – Garut
  37. K.H. Ahmad Syaubari – Ciweudus, Kuningan
  38. K.H. Ahmad Syuja’i – Kudang, Tasikmalaya
  39. K.H. Raden Fakih Maskumambang – Gresik
  40. K.H. Hasbian abdurrahman pendiri pondok pesantren albadri gumuksari kalisat jember.
  41. Ir. Soekarno – Presiden Republik Indonesia pertama, menurut penuturan K.H. As’ad Samsul Arifin, Bung Karno meski tidak resmi sebagai murid Syekh Kholil, namun ketika sowan ke Bangkalan, Syekh Kholil memegang kepala Bung Karno dan meniup ubun-ubunya.[8]
  42. K.H. Irsyad Hasyim, sahabat K.H. Ali Wafa Abdul Aziz bin K.H. Abdul Hamid Itsbat, pengasuh PP. Bustanul Ulum Mlokorejo dan pendiri PP. Irsyadunnasyi’in Kasian, Jember.
  43. K.H. Mama ilyas al-banjari, ciamis – jawa barat.

 

PROFIL PESANTREN

Selayang Pandang Pondok Pesantren Sumber Sari

Pondok pesantren Nurul Muttaqin Sumber Sari dibabat oleh Alm. Almaghfurlah KH. Maimun Abdullah beserta pasangan tercinta Nyai Kinaah, pada tahun 1977 di sebuah semak belukar yang kering nan tandus tepatnya di Dusun Dangleber Desa Tattangoh Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.

Lokasinya yang menurun dan berbatu tentunya kurang prospek untuk dijadikan tempat tinggal, bertahun-tahun beliau dibantu masyarakat sekitar meratakan material bebatuan bahkan dengan membakar permukaannya yang keras agar lebih mudah untuk dihancurkan.

Belum lagi sulitnya air untuk sekadar mandi dan minum di mana sumber air belum ada dan harus menimbanya di Desa sebelah, menjadi tantangan sendiri di awal-awal perintisan, karena alasan sulitnya sumber air inilah, pondok pesantren ini diberi nama Sumber Sari (sumber yang dicari).

Proses belajar-mengajar pada awal-awal berdirinya dipusatkan di mushalla dan hanya setingkat Ibtidaiyah, tahun 1992 untuk menampung animo masyarakat memperdalam ilmu agama didirikanlah pesantren putra, tahun 1994 didirikan juga sekolah lanjutan diniyah Tsanawiyah.

Tahun 1997 untuk mengukuhkan eksistensi lembaga, sebagai payung hukum yang menaungi instansi pendidikan diresmikan Yayasan Pendidikan dan Sosial Nurul Muttaqin Sumber Sari dengan akte notaris: Khoirun Nisa’ dengan nomor: C-3 HT 03 01 th 1990.

Hari berganti seiring berputarnya waktu, tahun 2001 dibukalah pendidikan formal MI Nurul Muttaqin, tahun 2010 MTs Ummul Qura. Di tahun 2012  dibangunlah Masjid Istiqomah II atas bantuan seorang donatur dan dermawan Hj. Hamidah Sya’bi, di tahun yang sama juga dibuka pondok pesantren  Putri.

Semenjak tahun 2013 roda kepemimpinan pondok pesantren dipimpin K Ismail Maimun, generasi kedua pucuk kepemimpinan. Pada tahun tersebut berdiri jenjang pendidikan PAUD Ummul Qura, SMK Nurul Muttaqin.

Untuk mengokohkan dan memfokuskan pengetahuan santri pada baca kitab, tahun 2020 dibukalah pesanren kecil untuk baca cepat kitab kuning (Prakom), di tahun 2022 dibukalah program akselerasi baca kiab (Al Miftah) untuk santri putra dan Prakom untuk bagian putri.

Kini pesantren terus bertumbuh pesat dengan kegiatan-kegiatan seperti akselerasi baca kitab cepat, tahfidz Al quran, karate, hadroh al banjari, muhadhoroh, lukis, dll. Untuk memupuk minat baca dan kratifitas santri disediakan pespustakaan yang representatif dan majalah dinding.

Pembangunan dari sarana dan prasarana pesantren didukung oleh Alumni yang tergabung dalam Ikatan Santri Alumi Sumber Sari (IKSASS) yang aktif kegiatannya di sebelas wilayah, sementara kegiatannya di dukung oleh Himpunan Mahasiswa Sumber Sari (HAMAS).

Budaya

  1. Ikhlas
  2. Jujur
  3. Berbahasa Santun dan halus
  4. Senang Membaca
  5. Semangat Dalam Pengabdian

Kegiatan Unggulan

  1. Muhadharoh
  2. Al Banjari
  3. Bela Diri
  4. Perpustakaan Corner
  5. OSIS
  6. Pramuka  (Kemah)
  7. Tahfidz Al-Quran
  8. Akselerasi Baca Kitab
  9. Komputer learning
  10. Study Banding & Study Tour
  11. Musyawaroh Malam Selasa (M2S)
  12. Literasi Mading “Dinamika”
  13. Class Meeting
  14. Tata Boga & Tata Busana
  15. GIA dan GETARIA
  16. Bahasa Madura Halus
  17. Pelatihan Fiqh Wanita