Qaul Qadim dan Qaul Jadid

Pertanyaan

Pendapat Imam Syafii ada pendapat yang lama (qaul qadim, Iraq) ada pendapat yang baru (qaul jadid, Mesir). Bagaimana jika pendapat yang lama dijadikan pedoman? Apakah ada pengecualian-pengecualian? (Ikhwan, Pamekasan)

Jawaban

Qaul qadim Imam Syafii sejatinya tidak bisa dijadikan rujukan dan pedoman hukum karena pendapat yang baru sesudahnya otomatis me-nasikh  atau merevisi pendapat sebelumnya. Walaupun dalam beberapa produk hukum, qaul qadim dianggap lebih kuat. Ada 18 permasalahan hukum di mana para ulama menegacu pada qaul qadim dan dianggap lebih unggul.

1. Tidak wajib menghindarkan najis dari air yang lebih  dua qallah

2. Tidak najisnya air yang mengalir kecuali airnya berubah rasa, bau, dan warna

3. Tidak batalnya wudhu dengan menyentuh mahram

4. Haram memakan kulit yang sudah disamak

5. Dianjurkan membaca tastwib (asshalatu khairun minan naum) pada adzan subuh

6. Waktu shalat maghrib sampai terbenamnya mega yang merah

7. Sunah menyegerakan shalat  isya’ di awal waktu

8. Tidak sunah membaca surah pada 2 rakaat terakhir

9. Sunah membaca aamin dengan keras bagi makmum pada shalat jahriyah

10. Sunah membuat garis (tongkat, sajadah, dll) sebagai penanda shalat di depannya

11. Boleh berniat makmum bagi orang yang shalat sendirian di tengah-tengah shalat

12. Dimakruhkan memotong kuku mayit

13. Tidak diharuskan haul (setahun) dalam harta rikaz (harta peninggalan jahiliyah)

14. Boleh menqqadha puasa dari hutang puasa keluarga yang meninggal dunia bagi walinya

15. Boleh mensyaratkan tahallul (memotong rambut) dari ihram orang yang sakit

16. Boleh memaksa syarik (kongsi) untuk membangun barang yang rusak

17 Mahar yang rusak atau hilang harus diganti

18. Wajib had  disebabkan menyetubuhi budak perempuan yang sedang ihram

بغية المسترشدين، ص:٨

وَأما السَّائلُ التي عَدُّوها وجَعَلوها مِما يُفتي به علی القَديمِ فسبَبُها  أنَّ جماعةً مِن المُجتَهدين في مَذهَبِه لاحَ لهم في بعضِ السائِلِ أن القديمَ أظهرُ دليلاً فأفتُوا به، غيرَ ناسِبي ذٰلِك إلی الشافعيِّ كا لقولِ المُخرَج، فمن بَلَغَ رُتبةَ التَرجيحِ ولاحَ له الدليلُ أفتَی به وإلا فَلَا وَجهَ لِعلمه، وَفَتواهُ أنَّ المَسائلَ التي عَدُّوهاأكثرَها فيه قولٌ جديدٌ، فتَكونُ الفَتوٰی به وهي ثمانيةَ عشرَ مسألةً،

١ٜ عدمُ وُجوبِ التباعُد عن النجاسةِ في الماءِ الكثيرِ بقَدرِ قُلتين

٢. وعدمُ تنجُّس الماءِ الجاري إلا بالتغيُّر

٣. وعدمُ النقضِ بِلَمسِ المَحرَم

٤. وتَحريمُ أَكلِ الجِلدِ المَدبوغِ

٥. والتَثويبُ في أٰذانِ الصُبحِ

 ٦. وَامتِدادُ وقتِ المغربِ الی مَغيبِ الشَّفَقِ

٧. وَاستِحبابُ تَعجيلِ العِشاءِ

٨. وعدمُ نَدبِ قِراءةِ السُّورَة في الأخيرتَين

٩. والجهرُ بالتأمينِ للمأمومِ في الجَهرية

١٠ ونَدبُ الخَطِّ عِند عدمِ الشاخِصِ

١١ وجوازُ اقتِداءِ المُنفرِدِ في أثناءِ صلاتِه

١٢ وكَراهَةُ تقليمِ أظافِرِ الميّتِ

١٣ وعدمُ إعتِبارِ الحَولِ في الرّكازِ

١٤ وصيامُ الولِيِّ عن المَيِّتِ الذي عليه صَومٌ

١٥ وجوازُ اشتِراطِ التَحَلُّلِ بالمَرَضِ

١٦ وإجبَارُ الشَّريكِ علی العِمارةِ

١٧ وجعلُ الصَّداقِ في يَدِ الزوجِ مَضمونا

١٨ وَوُجوبِ الحَدِّ بِوَطءِ المَملوكَةِ المُحرِمِ

Tanggungan Puasa Orang Yang meninggal Dunia

Pertanyaan

Bagaimana hukum orang yang meninggal dunia dan punya tanggungan puasa Ramadhan sebelum diqada? (P Sujak Pamekasan)

Jawaban

1. Jika orang yang meninggal dunia dan punya tanggungan puasa ramadhan tidak puasa disebabkan ada uzur semisal sakit dan belum sempat mengqada karena sakitnya berlanjut sampai meninggal maka tidak perlu membayar fidyah (makanan) dan tidak berdosa.

2. Jika tidak puasanya tanpa ada uzur dan meninggal sebelum mengqada, atau ada uzur tapi tidak sempat mengqada padahal memungkinkan baginya untuk qada, maka wajib bagi walinya (ahli waris) menggantinya dengan memberi makan dari harta peninggalannya, setiap satu hari 1 mud (679,79 gram). Hal tersebut menurut qaul jadid, adapun menurut qaul qadim boleh bagi walinya menggantinya dengan membayar fidyah atau menggantikannya dengan berpuasa. Dalam hal ini menurut  Imam Nawawi qaul qadim yang lebih azhar.

نهاية الزين، ص ١٩٨

ومن مات وعليه صيامُ رمضانَ أو نذرٍ أو كفارةٍ قبل إمكانِ فعلِه بأن استمرَّ مرضُه الذي لا يُرجی بُرُؤه أو سفُره المباحُ إلی موته فلا تُدارِك للفائت ولا بالقضاء ولا إثمَ عليه لعدَمِ تقصيرِه، فإن تعَدَّی بالإفطارِ ثم مَاتَ قبل التمكُّن وبعدَه أو أفطَرَ بعذر ومات بعد التمكن أطعَمَ عنه وليُّه من تركته لكل يوم فانه مد طعام من غالب قوت البلد

كفاية الأخيار، جزء ١، ص ٢١٢

من فاته صيامٌ من رمضان ومات نُظِرَ إن مات قبل تمكُّنِه من القضاء بأن مات وعُذرُه قائمٌ كاستِمرارِ المرضِ فلا قضاءَ ولا فديةَ ولا إثمَ عليه، وإن مات بعد التمكنِ وجب تدارُكُ مافاتَه، وفي كيفية التدارك قولان: الجديدُ ونَصَّ عليه الشافعيُّ في أكثر كُتُبِه القديمةِ أنه يُخرَخُ من تركته لكل يوم مد طعام…. قال الشافعيُّ في القديم يَجِبُ أن يُصام عنه وأنه لا يتعين الإطعامُ بل يجوز للولي أن يصومَ عنه بل ُيُستَحَبُّ له ذلك كما نَقَله النوويُّ في شرح مسلمٍ قال النوويُّ القديم هنا أظهرُ

Penutupan Class Meeting

 

SS Media-  Aneka lomba antar kelas dari semua sekolah dalam ajang Class Meeting yang dimulai dari hari Senin, 1 Rabiul Awal kemarin berakhir pada Sabtu, 5 Rabiul Awwal 1444 H/ 1 Oktober 2022 M .

Lomba yang memperebutkan Piala Yayasan ini terdiri dari lomba pidato Bahasa Arab, pidato Bahasa Inggris, Musabaqoh Syarhil Qur’an; puisi Bahasa Arab, puisi Bahasa Inggris, puisi Bahasa Indonesia; pembacaan Asmaul Husna. Adapun lomba baru yang dilombakan adalah cipta lagu mars almamater dan catur.

Pada Class Meeting saat ini piala bergilir yang sebelumnya diraih Sekolah Menengah Kejuruan Nurul Muttaqin dua tahun berturut-turut harus lepas dari genggaman dan direlakan kepada Madrasah Ibtidaiyah Nurul Muttaqin Sumber Sari yang dikepalai Ust. Subair, S.Pd.I.

Acara yang diketua panitiai Khoirus Sholeh, S. Pd.I tersebut berjalan senget dan gagap gempita, di mana setiap pendukung loyalis saling mendukung utusan masing-masing. Lomba yang diadakan setahun sekali sebelum liburan ini berjalan baik berkat kerja keras panitia dan guru .

(*)

 

Mencintai Para Saleh

 

(حب الصالحين ومجالستهم)

قال الامام الشافعي رحمه الله رحمة الابرار

أُحِبُّ الصَّالِحين وَلَستُ مِنهُم
لَعَلِّي أَن أَنَالَ بِهِم شَفَاعَة

وَأَكرَهُ مَن تِجَارَتُه المَعَاصِي

وَلَو كُنَّا سَوَاءً فِي البِضَاعَة

Imam Syafii berkata:

Aku mencintai orang-orang saleh walaupun aku bukan bagian dari mereka agar aku mendapatkan syafaatnya

Dan aku membenci pelaku maksiat walaupun perilakuku sama dengan mereka

Usia Pernikahan

Pertanyaan

Bagaimana hukum pernikahan dini (belum baligh) dalam perspektif agama? Dan sejauh mana pandangan para ulama tentang usia baligh? (AW, Panaguan)

Jawaban

Baligh bukan salah satu syarat sahnya perkawinan sejauh dijalankan dengan ketentuan yang berlaku. Pernikahan dini memiliki aturan yang sangat selektif dan tidak sembarangan, yaitu harus dilakukan oleh wali mujbir dalam hal ini ayah dan kakek (tidak boleh yang lainnya seperti kerabat dekat), juga dilakukan dengan tujuan kemaslahatan di dalamnya.

Usia baligh dalam pernikahan menunjukkan sempurnanya akal, kekuatan nalar dan kesiapan dorongan mental. Ulama berbeda pendapat tentang usia baligh di luar tanda-tanda lainnya semisal keluar mani dan haid.  Menurut pendapat Syafiiyah dan Hanabilah usia baligh adalah 15 tahun. Adapun menurut Malikiyah, usia baligh sempurnanya umur 18 tahun dan memasuki umur 19 tahun. Berbeda dengan Abu Hanifah yang membedakan umur baligh laki-laki 18 tahun dan perempuan 17 tahun.

الفقه الاسلامي، جزء ٧، ص: ١٨٥ ١٨٦

وَقَالَ الشَّافِعِيةُ لَيسَ لِغَيرِ الاَبِ وَالجَدِّ تَزويجُ الصغيرِ والصغيرةِ، لخبر الدار قطني: الثَيِّبُ احقُّ بنفسِها، والبِكرُ يُزَوِّجُها ابُوها…… وَكَذٰلِكَ اِشتَرَطَ الشَّافِعِيةُ فَي تَزوُيجِ الصغِيرِ وُجُودَ المَصلَحَةِ

الشرقاوي، جزء ٢، ٢٢٤

وَأَنَّ غَيرَ الابِ لايُزَوِّجُ صغيرةً بحالٍ لانه إنما يُزَوِّجُ بالإذنِ ولا إذنَ للصغيرةِ…… أوالجد عِندَ فقدِ الابِ

الفقه علی المذاهب الاربعة، جزء ٢، ٢٧١

وَقَالَ أبُو حنيفةَ إنما يَبلُغانِ بالسِّنِّ إذا اَتَمَّ الذَّكَرُ ثَمَانِيَ عَشرةَ سنةً، والاُنثیَ سبعَ عشرةَ سنةً…….. المالكية: وَهُوَ أَن يَتِمَّ ثمانيَ عشرةَ سنةً……الشافعية: يُعرَفُ بلوغُ الذكرِ والانثی بتمامِ خمسَ عشرةَ سنةً بالتحديدِ…… الحنابلة: بُلوغُ سنِّهِماخمسَ عشرةَ سنة كاملة

(*)

Sharing Session

SS Media- Untuk memotivasi para siswa giat belajar utamanya siswa kelas akhir pasca lulusan, Pengurus Madrasiyah Nurul Muttaqin Sumber Sari mengadakan sharing session dengan tema “Giat-giat Sukses Belajar,” pada Selasa (13/9) di Aula Pondok Pesantren Sumber Sari.

Acara berlangsung meriah dengan mendatangkan dua mahasiswa aktif Universitas Al Azhar, Cairo Mesir. Beliau adalah Khoiruttuqo Syafiuddin, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Moh Bakar, mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Al Azhar yang juga alumni PP Sumber Sari.

Acara yang dipandu moderator Ust. Ali Wafa, S.Pd.I dimulai dari pukul 07.50 dan disambut meriah oleh para peserta. Kemeriahan acara berlangsung sampai pukul 09.25 WIB jam istirahat pertama.

Menurut Lora Khoiruttuqo ada beberapa trik untuk mencapai apa yang diinginkan, fokus pada tujuan, giat dan semangat dalam meraihnya. Peraih  nilai mumtaz atau nilai tertinggi untuk mahasiswa asing se-fakultas Ushuluddin Banin saat duduk di tingkat 2 Universitas Al Azhar ini juga menyampaikan pentingnya menanamkan nilai keikhlasan bagi setiap penuntut ilmu.

Sementara Ust Abu Bakar lebih menekankan pentingnya mengasah niat sebagai pondasi utama dalam menggapai ilmu, memuliakan guru dan ilmu tanpa memilah satu sama lain, juga mendorong agar gemar membaca. Acara diakhiri dengan diskusi tanya jawab dari para peserta.

(*)

Selamat & Sukses

 

:قال علي ابن ابي طالب

ليس اليتيمُ الذي قد مات والدُه

إنَّ اليتيمَ يتيمُ العلمِ والادبِ

 

“Orang yatim bukan orang yang meninggal bapaknya, orang yatim adalah orang yang miskin ilmu dan adab.” (Ali Bin Abi Tholib)

Khiar Aib Dalam Nikah Apakah Sama Dengan Jual Beli?

Pertanyaan:

Dalam jual beli, khiar (memilih antara membatalkan dan meneruskan) transaksi berlaku apabila terdapat cacat barang saat berlangsungnya akad dan barang belum diserah tangankan, apabila barang sudah diserahkan atau aib sudah diketahui sebelumnya maka tidak berlaku khiar. Bagaimana dengan aib pernikahan semisal cacat gila,  lepra, kusta, alat kelamin terpotong, dsb. apakah sama? (Ahmad Y, Pangbatok)

Jawabaan:

Ada yang sama ada yang tidak. Dalam pernikahan, khiar aib tidak berlaku apabila salah satu pasangan sudah mengetahui cacat sebelumnya karena dianggap sama-sama ridha seperti dalam jual beli, jika cacat terjadi sesudah akad baik sebelum atau sesudah persetubuhan maka hak khiar berlaku bagi salah satu suami istri.

أسنی المطالب جزء، ٣ ص: ١٧٦

لو نكح أحدهما الآخرَ عالمًا بالغيب القائم بالاخر غيرِ العُنَّةِ فلا خيارَ له كما في البيع

الفقه الإسلامي، جزء ٧ ص: ٤٩٩

وأطلق الشافعية والحنابلة القول بجواز التفريق بالعيب الحادث بعد الزواج

حاشية البجيرمي، جزء ٣ ص: ٤٣١

ولو حدث بالزواج بعد العقد عيبٌ كأن جُبَّ ذكرُه ولو بعد الدخول ولو بفعلها ثبت لها الخيارُ

Meniti Cita-cita

 

 

SS Media- Rubrik figur kali ini menghadirkan salah satu figur yang lahir di Pamekasn, 03 Februari 1997, Ahmad Yazid.

Anak yang terlahir dari keluarga pas-pasan ini patut menjadi pelecut semangat bagi santri-santri lainnya. Ia dapat merampungkan setiap jenjang pendidikannya dengan baik dan tepat waktu.

Anak dari tiga bersaudara ini menyelesaikan studinya dari Tingkat Taman Kanak-kanak sampai selesai menengah atas di PP Nurul Muttaqin Sumber Sari. Setelah menjalankan masa pengabdiannya di Madrasah Baiturrahmah dan tugasan wajib di almamater, ia melanjutkan pendidikannya di PP Mambaul Ulum Bata-Bata sambil kuliah di IAI Al Khairat Pamekasan.

Lelaki penyuka kitab ini mempunyai segudang prestasi. Di antaranya juara I IMNI Tsanawiyah Ittihadul Madaris, Juara Debat Ilmiah, dsb.

Adapun pengalaman organisasi di mulai sebagai Ketua Osis MTs. Ummul Qura Sumber Sari, Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik OSIS SMK Nurul Muttaqin, M2KD, KAMMI, kemahasiswaan dan kepemudaan.

Saat diminta oleh pimpinan pondok untuk melanjutkan belajar keluar, dengan halus ia menyampaikan lebih senang belajar di Indonesia dari pada di luar. Ia bercita-cita belajar di Kota Malang. Alhamdulillah cita-citanya terkabul. Jangan sampai malas bercita-cita, Allah akan memudahkan jalannya. Semoga sukses. Bagaimana dengan kalian?

(*)

Bintang & Kunci

SS Media- Setelah sepuluh hari suntuk melaksanakan ujian Cawu I penuh ketegangan dan ketatnya pengawasan, Madrasah Diniyah Nurul Muttaqin mengadakan Malam Pemberian Hadiah pada Kamis malam (25/8) di lapangan madrasah Tsanawiyah. Acara dibuka oleh Kepala MDI, K. Abd. Mannan Maimun.

Selain memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi di setiap kelas. Panitia juga menganugerahkan Kelas Terfavorit dan kalung kunci berukuran +- 2 x 0,5 meter kepada Kelas Terendah sebagai pelecut semangat atas kelalaian belajar dan dorongan guru kelas selama tiga bulan belajar.

Setiap acara penganugerahan, momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa dan guru adalah pengumuman Bintang Pelajar, Kelas Favorit & Juru Kunci.

Bintang di antara para pelajar di tingkat Ibtidaiyah diraih oleh Safinatul Istiqomah, Batu Ampar Pangbatok, dengan nilai rata-rata 9,6 dan di tingkat Tsanawiyah diraih oleh M Arif, Danglebar Panaguan, dengan nilai rata-rata 8,8.

Bintang sebutan tertinggi capaian prestasi yang melambangkan ketinggian dan keindahan yang selalu diidam-idamkan. Sementara Juru Kunci metafora atau kiasan untuk kelas dengan nilai paling buncit

Juru Kunci pada kuartal pertama ini dikalungkan kepada kelas I Tsanawiyah Putri asuhan wali kelas Ust Zaini Muhamad. “Jangan patah semangat, Harapannya pada cawu II lebih giat,” pesan singkatnya memotivasi.

Di tingkat Ibtidaiyah juru kunci diraih kelas II Ibtidaiyah Putra asuhan Ust Abdurahim. Dalam sesi wawancara, salah satu perwakilan murid menyampaikan faktor kegagalan teman-temannya disebabkan kurang mutholaah dan banyak tidur. “Di balik kegagalan pasti ada hikmah,” pungkas Ust. Abdurahim singkat.

Adapun kelas terfavorit tingkat Tsanawiyah diberikan kepada kelas III Tsanawiyah Putra asuhan Ust. Sadah. Tingkat Ibtidaiyah diraih kelas III Ibtidaiyah Putra asuhan Ust Amirudin. “Sejak kelas II itu anak asuh saya dan jadi Kelas Favorit, dan sekarang tetap juara favorit,” jawan Ust. Amir bersemangat.

Menurut Ketua Panitia, Ust Abdullah Umar tujuan dilaksanakan acara di atas sebagai apresiasi bagi para siswa memupuk semangat juang untuk menjadi generasi yang unggul.

(*)