KH Abd Hamid Bin Maulana Itsbat: Ulama Kharismatik Madura

Pamekasan- Setiap tanggal 18 Ramadhan diadakan Haul Akbar KH. Abdul Hamid Bin Maulana Itsbat di Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, di mana tahun ini merupakan haul ke-90 dari hari wafatnya yang bertepatan pada tahun 1931 M/ 1352 H. Haul beliau merupakan haul terbesar di pulau Madura, di mana setiap tahunnya dihadiri oleh lautan manusia dari penjuru pulau Madura, Tapal Kuda, bahkan dari luar Jawa.

Saudara-Saudaranya

KH. Abdul Hamid merupakan anak ke-5 dari 8 saudara dan meninggal di Jannatul Ma’la, komplek pekuburan Sayyidah Khatijah binti Khuwailid Ra dan para sahabat. Adapun saudara-saudaranya:

1. Wafat Muda, 2. Wafat Muda, 3. KH Nasiruddin (Ayah KH Badruddin, Panyeppen), 4. KH Abd Ghoni ( Ayah KH Maksum, Besuk Probolinggo), 5. KH Abd Hamid (Banyuanyar), 6. KH Abdullah (Banyuayu), 7. K Arif (Wafat Muda), 8. Wafat Muda

Putra-Putrinya

Beliau merupakan ulama yang sukses melahirkan ulama-ulama besar di daerah Jawa Timut pada khususnya berkat riyadah dan tirakatnya untuk keluarga dan para santri. Ia melanjutkan pesantren ayahnya menjadi pengasuh kedua pesantren Banyuanyar (Didirikan pada tahun 1787 M/ 1204 H) yang pada perkembangannya ada Al Hamidy (Banyuanyar Timur) dan Darul Ulum (Banyuanyar Barat). Dari pesantren tua inilah bermuara pesantren-pesantren besar di daerah Jawa Timur dengan ribuan santrinya, seperti PP Nurul Jadid Probolinggo, Miftahul Ulum Bettet, Banyuputih Lumajang, Al Majidiyah Palduding, Al Mujtama’, Gersempal Sampang, Al Khoirot Malang, Kebun Baru, Karang Durin, Nurul Abror Banyuangi, Annur Kalibaru, Polagan Galis, Sumber Gayam Kadur, dan banyak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Adapun putra-putrinya ada 7:

1. Nyai Salma istri KH Zayyadi

2. Nyai Ruqayyah (Kayu Manis)

3. Nyai Syafi’ah (Beringin)

4. KH Abdul Majid (Bata-Bata)

5. KH. Baidhawi (Banyuanyar)

6ٜ KH Abdul Aziz (Temporejo, Jember)

7. Nyai Juwairiyah (Bulugading, Jember)

Silsilah

K. Adul Hamid Bin Itsbat mempunyai silsilah yang berjalur ke dua sunan, Sunan Ampel dan Sunan Giri.

-1. K. Istbat bin, 2. K. Ishaq bin, 3. K. Hasan bin, 4. Nyai Embu’ Toronan binti, 5 Buju’ Agung Toronan bin, 6 Nyai Aminah binti, 7. Zainal Abidin (Cendana) bin, 8 K Muhamad Khatib (Suami Nyai Gede Kedaton) bin, 9. Qasim bin, 10 Raden Rahmat (Sunan Ampel).

– 1. K. Istbat bin, 2. K. Ishaq bin, 3. K. Hasan bin, 4. Nyai Embu’ Toronan binti, 5 Buju’ Agung Toronan bin, 6 Nyai Aminah binti, 7. Zainal Abidin (Cendana) bin, 8 Nyai Gede Kedaton (Istrii K Muhamad Khatib) binti, 9 Panembahan Kulon bin, 10 Ainul Yaqin (Sunan Giri)

Guru

– Maulana Itsbat (Ayah)

– Syeich Nawawi Al Bantani

Karya

Kitab Tarjuman berupa rangkuman ilmu yang mencakup pembahasan Fiqih, Tauhid, Tajwid, amalan, Faroid.

Kaistimimewaan& Kelebihan

Alm. KH. Moh. Tohir Abd Hamid (Bata-Bata) pada sambutannya dengan Bahasa Madura menyampaikan, pada saat wafatnya KH Abd Hamid, para jama’ah  haji menepikan diri seakan memberikan jalan lewat, banyak yang mengantarkan jenazanya, toko-toko menutupkan barang jualannya, padahal banyak dari mereka tidak kenal.

Ia melanjutkan, saat kuburan beliau hendak digali dan ingin digantikan jenazah yang baru, jenazahnnya ditemukan dalam keadaan sujud sehingga penggalian diurungkan.

(*)

Sumber: FSBI dan sambutan haul yang penulis ambil di lokasi beberapa tahun yang lalu.

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *